Ida Tarbell, Perintis Metode Papers-Trail Dalam Jurnalisme Investigasi

Dec 28, 2021 | Opini

Visits: 0

Sebuah liputan investigasi surat kabar yang bermuatan pencerahan buat masyarakat dan semangat perlawanan terhadap kemapanan dan kuasa uang, akhirnya bisa meruntuhkan dinasti ekonomi dan bisnis.

Terbukti lewat cerita tentang seorang wartawati perempuan asal Amerika, Ida Tarbell, ketika membongkar skandal pelanggaran Undang-Undang anti monopoli yang dilalukan perusahaan minyak terkuat di dunia milik tokoh industri Amerika Serikat, John D Rockefeller.

Yang menarik dari kisah ini bukan sekadar keberanian Ida Tarbell, melainkan ilmu investigasinya yang hingga kini mengisnspirasi para wartawan yang berhasrat kuat menyingkap apa yang sesungguhnya berlangsung di balik peristiwa.

Sebelumnya mari berkenalan dulu dengan Ida Tarbell. Ida lahir di Erie County, negara bagian Pennsylvania, pada 1857. Lulus dari Universitas Sorbone yang sohor di Prancis, ia kembali ke Amerika, dan bergabung sebagai wartawan pemula di McClure Magazine. Seturut kiprahnya yang semakin intens sebagai wartawan, tumbuh minatnya yang kuat untuk fokus berjihad melawan korupsi di dunia politik dan bisnis. Bahkan belakangan juga, berhasrat kuat membongkar kejahatan korporasi.

Inilah yang akhirnya membawa Mrs Tarbell melakukan liputan investigatif membongkar sepak-terjang sebuah korporasi minyak besar AS milik Johm D Rokfeller antara November 1992 hingga Oktober 1904, lewat McClure’s Magazine. Laporan tersebut kemudian dibukukan dengan judul History of the Standard Oil Company.

Mrs Tarbell yang kala itu berusia 43 tahun, membongkar sepak-terjang John D Rockefeller maupun Standard Oil, dengan menelisik ratusan dan ribuan kertas kerja dan dokumen yang tersebar dan berserak di berbagai negara, seraya menyempurnakannya lewat informasi-informasi yang didapat dari sejumlah wawancara dengan berbagai eksekutif dan pemilik perusahaan. para pesaing binsis, regulator pemerintah, para ahli hukum anti-trust dan para pakar akademis dari berbagai bidang.

Maka sejak era Ida Tarbell inilah muasal laporan investigasi menemukan model dan polanya yang efektif dan tertata dan jadi rujukan bagi para wartawan investigatif hingga sekarang. Karena sebelum Ida Tarbell melakukan jurnalisme investigasi, belum ada model yang baku dan jadi rujukan.

Ketika bos majalah McClure menugaskan Ida gurita raksasa Standar Oil Company, maka metode Tarbell dalam investigative Journalism mulai jadi rujukan. Metode Ida kelak dikenal dengan sebutan pendekatan kerja Papers-Trails. Yaitu penelusuran dan penelisikan berbagai dokumen seperti transkrip dengar pendapat dengan parlemen, file-file pengadilan, surat-surat pengesahan, sertifikat-sertifikat tanah, bahkan kalau perlu, kwitansi pembelian ini dan itu.

Laporan investigasi lewat metode kerja Papers-Trail itu, akhirnya meruntuhkan reputasi John D Rockefeller maupun Standard Oil Company karena tersingkap ulahnya dalam praktek monopoli utamanya terhadap perusahaan-perusahaan kecil.

Sehingga temuan Ida Tarbell, pada perkembangannya menggugah Presiden Theodore Roosevelt untuk mengubah regulasi yang tidak adil bagi pengusahaan-perusahaan ekonomi lemah. Standard Oil Company itu sendiri kemudian oleh pengadilan Amerika yang tadinya sebuah perusahaan induk tunggal, dipecah-pecah jadi unit unit kecil di banyak bagiannya.

Lantas, apakah Ida Tarbell kemudian berpuas diri dengan keberhasilannya membongkar perusahaan raksasa milik Rockefeller? Justru malah makin bersemangat dan menjadi-jadi. Bersama mitra kerjanya yang erat dan solid, Lincoln Steffens dan Ray Stannard Baker, menerbitkan majalah baru, American Magazine pada 1906.

Di tengah kesibukannya sebagai wartawan, Ida tetap menulis beberapa buku antara lain The Business of Being a Woman pada 1912, dan The Ways of Woman pada 1915. Karyanya paling akhir berupa autobiografi, All in the Day’s Work, terbit pada 1939. Adapun Ida Tarbell wafat pada 1939, pada usia 82 tahun.

Yang terbaik di antara kamu, adalah yang bermanfaat bagi semua. “The best of you, is the most advantegous one.”

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This