Haji Itu Mengikuti Sunah- Tawaf

by | Jul 9, 2022 | Essai

Imam Shamsi Ali*

Salah satu rukun haji itu adalah Tawaf. Tawaf artinya keliling. Yaitu mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali dengan niat ibadah karena Allah SWT. Hal ini diperintahkan dalam Al-Quran: “Dan hendaklah mereka mengelilingi rumah tua (Kabah) itu.”

Walaupun cara melakukannya sama semua, sebenarnya ada beberapa macam tawaf. Perbedaannya ada pada niat pelaksanaannya. Ada yang disebut Tawaf Qudum atau tawaf Selamat datang bagi yang melakukan haji Ifrad. Tawaf yang dilakukan pertama kali memasuki Masjidil Haram. Bukan untuk tujuan umrah. Bukan pula untuk haji. Tapi sekedar Tawaf Selamat datang ke tanah haram.

Ada Tawaf-Tawaf sunah biasa. Perlu diketahui bahwa Masjidil Haram itu memiliki beberapa pengecualian. Salah satu di antaranya adalah di masjid-masjid lain jika masuk ke dalamnya disunahkan salat tahiyatul masjid (penghormatan kepada masjid). Tapi di Masjidil Haram bukan salat. Tapi melakukan Tawaf sebagai pengganti tahiyatul masjid.

Tawaf-tawaf sunah juga bisa dilakukan kapan saja jika memungkinkan dan ada waktu untuk itu. Setelah salat-salat wajib misalnya. Daripada diam dan tidak melakukan ibadah, diganti dengan tawaf sunah. Intinya Tawaf sunah itu kapan saja jika ada di Masjidil Haram dan ingin melakukannya untuk mendapatkan pahala Allah SWT.

Tawaf rukun umrah adalah tawaf yang dilakukan dalam rangkaian ibadah umrah di saat melakukan ibadah umrah. Sementara tawaf haji yang dikenal dengan sebutan “Tawaf ifadhoh” adalah satu dari rukun penting ibadah haji. Tawaf ifadhoh sebagai salah satu rukun haji umumnya dilakukan setelah selesai melempar Jumrah Aqabah.

Dan yang terakhir adalah Tawaf wada’. Tawaf yang dilakukan sebagai ungkapan Selamat tinggal ini dilakukan di saat akan meninggalkan tanah haram kembali ke kampung masing-masing.

Untuk sahnya Tawaf, orang yang Tawaf harus dalam keadaan wudu. Karena sesungguhnya Tawaf itu sama statusnya dengan salat. Hanya saja ketika Tawaf boleh berbicara (yang baik-baik). Sementara ketika salat tidak diperkenankan berbicara.

Tujuh Putaran

Tadi disebutkan bahwa semua macam tawaf tadi dilakukan dengan cara yang sama. Bedanya ada pada niat masing-masing.

Tawaf dimulai dari sudut Kabah di mana Hajar Aswad tertempel. Umumnya sudut ini dikenal sebagai sudut pertama. Tawaf dimulai dengan mencium Hajar Aswad (jika memungkinkan). Atau sekedar angkat tangan ke arah Hajar Aswad dan cium tangan sebagai gantinya.

Mulailah berjalan sambil membaca doa, zikir, baca Al-Quran, tasbih, dan lain-lain. Diperbolehkan berbicara tentunya yang baik-baik saja.

Demikian putaran dilakukan hingga sampai ke sudut keempat, yang dikenal dengan nama “Rukun Yamani”. Antara sudut ini dan sudut pertama (Hajar Aswad) doa yang disunahkan adalah: “Rabbana atina fiddunya Hasanah wa fil Akhirati hasanah wa qinaa adzabannar”. Putaran demi putaran terus dilakukan hingga berakhir pada putaran ketujuh.

Satu yang saya ingin koreksi dari jamaah haji atau umrah adalah ketika Tawaf biasanya berteriak-teriak membaca doa dalam bahasa Arab. Hal ini kadang jadi masalah dan lucu sekaligus. Pertama, khususnya yang non Arab, sering kali bacaannya tidak benar. Maka ketika yang mendengar itu paham bahasa Arab pasti akan terasa geli. Kedua, tanpa disadari membaca doa atau zikir dengan suara keras itu mengganggu ibadah orang lain.

Karenanya bagi saya, lebih baik membaca doa dengan suara kecil, bahkan dalam hati saja dan dihayati. Jika hafal doa dalam bahasa Arab bagus. Tapi jika tidak, doa itu dalam bahasa apa saja boleh. Toh semua bahasa adalah ciptaan Allah SWT.

Setelah selesai putaran ketujuh orang yang Tawaf disunahkan salat sunah di belakang Maqam Ibrahim AS. Maqam itu artinya tempat berdiri ketika Ibrahim meninggikan Kabah. Bukan kuburannya. Pada rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun. Dan pada rakaat Kedua membaca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.

Setelah salat dilanjutkan dengan membaca doa, yang disunahkan di Multazam. Doa di Multazam ini tidak ditolak, sabda Rasulullah SAW.  Multazam itu adalah tempat di antara pintu Kabah dan Hajar Aswad. Tapi untuk kembali ke sana berdoa hampir tidak Mungkin saking ramainya, khususnya di musim haji. Maka doa cukup dilakukan saja di tempat di mana salat sunah tawaf dilakukan.

Biasanya Tawaf itu diakhiri dengan meminum air Zamzam. Selain memang pasti cukup kehausan karena melakukan Tawaf yang melelahkan, khususnya di musim haji. Juga minum air zamzam merupakan sunah, syifa (obat), bahkan tujuannya tergantung keinginan yang meminumnya. Rasulullah SAW bersabda: “air zamzam itu manfaatnya untuk tujuan apa saja bagi yang meminumnya (limaa syuriba lahu)”.

New York, 6 Juli 2022

* Presiden Nusantara Foundation

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This