Goresan Tinta Berdarah

by | Nov 21, 2021 | Puisi

Seorang pengecut ciut tak bernyali, berdiri sendirian menatap masa dimana titik akhir hidupnya.
Bermata tak bermata, mendengar tak mendengar, berhati tak berhati.
Seonggok “mummy bernyawa” penebar terror disetiap mimpi mimpi, buruk muka buruk tabiat.
Selembar kertas tergores tinta sabda “menikam, mematikan”.
Umbul meluap luap, lautan api tanpa arah, segumpal siti mengalirkan seonggok penyesalan.
Bambu kami masih subur, bambu kami masih tajam.

Martoyosri, 18/11/2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This