Erupsi Semeru, Sebuah Renungan

by | Dec 6, 2021 | Essai

Berdiri mematung memandangi gunung-gemunung yang tinggi menjulang.
Membiru melingkupi wilayah Bandung.
Rasa takjub menyeruak memuji kebesaran Allah Yang Maha Agung.
Ada pula rasa pilu dan ngeri menyeruak di balik hati.
Kemarin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang erupsi.
Mengeluarkan awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer dan hujan abu vulkanik cukup tebal hingga dua kecamatan pun gulita di siang hari.
Warga pun berhamburan berlarian menyelamatkan diri. Teriakan takbir dan tasbih pun membahana seantero Lumajang, Sungguh pilu dan getir.
Semeru meletus menoreh luka, menghadirkan malapeta.
Dikabarkan seorang tewas di wilayah Curah Kobokan.
Puluhan orang luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit.
Akses jalan Lumajang menuju Malang pun terputus.
Jembatan Gladak Perak di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, salah satu akses penguhubung Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro, bahkan menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang via piket nol, diterjang lahar dingin sehingga pondasi yang menopang dari bawah tidak kuat menahan dan ambruk.
Itu baru satu gunung berapi yang meletus bro , sis ….
Ada 130 gunung berapi lainnya yang masih aktif di negeri ini.
Bagaimana seandainya sepertiga saja di antara mereka yang meletus, atau separuhnya, atau bahkan seluruh gunung itu erupsi?
Bagaimana pula dengan Bandung yang sekelilingnya dipagari gunung-gunung dan sebagian masih aktif?
Tak terbayangkan bencana maha dasyat akan melanda seluruh negeri ini.
Subhanallah….
Aku masih berdiri mematung memandangi gunung-gemunung itu seraya merenung.
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. An Naml:88).
“Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (Qs. Al-Waqi’ah : 5-6)
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This