Enam Djam di Djogja

Aug 17, 2021 | Puisi

Views: 0

Lee Enfield Komandanku menyalak. Kuiringi dengan sentakan Nambu-ku. Siap menikam dada para Penjajah.
Tekidanto kami menabur bau kematian untukmu. Bambu Runcing siap merobek perutmu. Teriakan Allahu Akbar – Jihad fii sabilillah bergema.

Kami, Wherkrise III beserta rakyat.
Tunjukkan padamu hei Anjing NICA,
para Londo ireng pengkhianat.
Ini barisan tangguh benteng negeri.

Ayo lawan Panglima Besar kami Jenderal Soedirman, haaai Jenderal Spoor.
Siasatmu Kraai Operatie, kami lawan dengan Siasat Nomor 1.
Overste Soeharto akan melibasmu Kolonel Van Langen.
Rakyat Mataram akan melawan batalyon Anjing NICA dan Gajah Merah-mu.

Enam djam di Djogja
Kami lawan Doorstoot naar Djokja-mu.
Karena kami masih ada
TNI beserta rakyat manunggal setia

1 Maret 1949, mulai jam 6 pagi ini sampai jam 12 siang nanti, siapkan nyawa rangkapmu bila kau punya. Kami akan menerobos kota kami kembali. Kami hanya ingin satu hal : Kalian enyah segera dari kota Djogja kami, dari Ibu Pertiwi kami.

Biarkan kami berserak di negeri ini. Gugur sebagai ratna bagi tanah ini. Ratusan pemuda. pemudi menumpahkan darah dan airmatanya untuk Ibu Pertiwi kami.
Agar keturunan kami kelak, bangga pada kami, tidak malu mengakui perjuangan kami.

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This