Eksaktanya Bumi Bulat

by | Sep 28, 2022 | Essai

Oleh : Yudha Geminz FA21

Dalam sejarah peradaban manusia pernah melewati masa-masa dengan persepsi-persepsi dan abstraksi-abstraksi yang belum dilengkapi ketersediaan sains secara lebih berkembang, di antaranya yaitu bumi ceper dan lain sebagainya.

Pada jaman kekuasaan gereja sebuah pemikiran dan persepsi yang mengatakan bumi bulat dianggap melanggar konstitusi dan dihukum mati. Artinya, sebuah nilai yang diberlakukan belum tentu ilmiah. Sehingga konstitusi pun banyak dihasilkan dari persepsi-persepsi yang keliru dalam membaca subyek, baik subyek berupa benda maupun subyek berdimensi dinamis (negara, ormas, dan lain sebagainya). Sekalipun sesuatu itu dinamis namun tetap ada sisi-sisi ketentuan yang eksakta (mutlak).

Ketika sepakat sistem kerajaan maka harus taat pada tradisi-tradisi yang ada dalam sistem mutlak/eksakta. Begitu pun pada sistem-sistem lainnya juga harus dibolehkan turunan sistem tersebut berkembang dan ada. Konsekuen.

Eksakta adalah fakta-fakta ilmiah maupun komitmen-komitmen yang terkandung dalam sebuah subyek, baik subyek benda atau yang lainnya. Komitmen-komitmen mutlak yang disepakati dalam suatu subyek yang dinamis.

Ketika ada norma publik, aturan, konstitusi, kesepakatan dominatif dan lain-lain yang tidak ilmiah namun berlaku maka harus ada ketekunan yang digencarkan dalam rangka mengelus, membelai, menyadarkan dan bahkan menampar apa pun yang melenceng itu untuk diluruskan dan didudukkan pada eksaktanya, baik dengan cara pelan-pelan maupun dengan metode lainnya.

Eksaktanya es itu dingin.

Eksaktanya api itu panas.

Eksaktanya gula itu manis.

Eksakta negara adalah ketentuan-ketentuan dan komitmen-komitmen yang berkualifikasi mutlak serta transparan tersepakati. Rumus-rumus untuk berjalannya fungsi keadilan yang disandang dan melekat pada negara. Ia tak boleh lari dari eksaktanya.

Ideologi/rumus yang dipakai manusia untuk menata subyek negara dapat kita temukan seperti Pancasila, khilafah, komunisme, sosialisme, kapitalisme, fasisme, dan lain-lain.

Di antara rumus-rumus tersebut pasti ada yang paling mendekati dengan eksakta negara yaitu sebagai alat penghadir keadilan. Untuk versi kita sebagai bangsa Indonesia sepakat mengambil rumus yang paling tok cer di antara rumus-rumus di atas yaitu Pancasila. Sebuah rumus hibrida mengutip istilah Dr. Yudhie Haryono. Kombinasi yang diambil dari berbagai rumus-rumus di atas untuk dikutip pada sisi-sisi ilmiahnya.

Tiap rumus ada turunan-turunannya yang mutlak/eksakta tercantum dalam inherenitasnya (kemelekatannya).

Kapitalisme-eksploitatif, Pancasila-kerakyatan, koperasi, SSBUP (semua sepuh berhak uang pensiun), dan lain-lain.

Eksakta itu lebih holistik daripada konstitusi. Konstitusi itu produk persepsi politik, sehingga ada yang benar dan ada yang menyalahi ketentuan eksaktanya. Oleh karenanya, dibutuhkan pen/perjuangan eksakta negara.

PEN YGFA21

24.09.2022

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This