Daily Reminder-01

by | Nov 8, 2021 | Essai

Pagi ini dalam perjalanan menuju kantor saya membuka media sosial (IG). Tiba-tiba saja mata saya tertuju kepada foto seorang wanita bertopi. Yang menarik perhatian saya adalah tulisan di topi itu seperti di bawah ini :

Learn to be happy with what you have, while working hard for what you are dreaming for.
Yang kira-kira berarti “belajarlah berbahagia dengan apa yang anda miliki saat ini. Seraya bekerja keras untuk mencapai mimpi-mimpi selanjutnya”.

Saya mencoba merenungkan arti dari ungkapan itu. Ternyata maknanya sangat dalam. Di antara pelajaran yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

  1. Bahagia itu diusahakan oleh dan untuk diri sendiri. Dengan kata lain, bahagia itu ditentukan oleh diri kita sendiri. Bukan karena penglihatan atau penilaian orang lain. Maka belajarlah bahagia dengan apa yang anda miliki.
  2. Syukuri apa yang ada pada anda saat ini dan jangan terlalu bersandar (dan paksakan) pada apa yang belum anda miliki. Harapan dan impian esok hari bisa terwujud. Namun bisa juga sekedar harapan dan mimpi.
  3. Bermimpi besar dan bekerja keras untuk mencapai mimpi itu sesuatu yang baik dan harus. Maka gantunglah mimpi itu setinggi langit. Tapi jangan lupa barengi dengan niat yang ikhlas yang dibarengi usaha maksimal. Setelah itu perkuat dengan doa, tawakkal dan optimisme.
  4. Pada diri setiap orang ada potensi besar untuk mencapai mimpi-mimpi besarnya. Tapi sebaliknya, setiap orang juga harus sadar akan segala kekurangan dan keterbatasan yang dimilikinya. Tidak ada superman. Superioritas hanya milik Dia Yang Akbar.
  5. Ketika seseorang tidak sadar akan potensi yang ada pada dirinya, maka di situlah seseorang akan mudah mudah menyerah dan putus asa. Orang seperti ini akan kalah sebelum kalah.
  6. Sebaliknya ketika seseorang tidak menyadari keterbatasan dan kelemahannya, di situ pula dia terancam terjangkiti penyakit “over confidence”, bahkan keangkuhan. Namun jika gagal, dia akan terjangkiti penyakit hati yang berbahaya. Satu di antaranya adalah “hasad” atau “irihati”. Sebuah penyakit yang akan menghancurkan semua bentuk kebaikan.

Allahu yahfadzuna (Semoga Allah jaga kita). Amin!

*Utteng Al-Kajangi di kereta bawah tanah Kota New York.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This