Puisi

Ragam puisi pendek dari para sastrawan komunitas Tinta Emas.

Biarkan

Oleh : Budi Bram Biarkan aku Menikmati sepi pagi dan secangkir kopi Tanpa pemanis seperti dirimu Agar  kumengerti...

Ketika Cermin

Oleh : Naufal Noktah itu membekas di wajahnya. Aku bisa menjilati kalimat di antara kedua mata. Memberikan klip di...

Bak Mandi

Oleh : Naufal Tiada sisa benang yang hinggap lagi, menengadahlah ia seperti halaman tengah novel Murakami. Air terus...

Sang Rembulan

Sang Rembulan

Oleh : Budi Bram Rembulanku Sang penerang mimpi mimpiku Aku ingin memelukmu Akan kudekap di samping tidurku Aku ......

Question

Question

Karya : Pril Huseno Masa-masa yang telah lewat, berlalu begitu saja ada kenangan demi kenangan melintas, namun tak...

Aia Mato

Aia Mato

Oleh: Rickardo Chairat Luko nan ndak nampak (luka yang tidak nampak) Susah maubeknyo (Susah mengobatinya) Sakiknyo...

Sisa Usia

Sisa Usia

Oleh : Budi Bram Bumiku.. Kudatang menjemputmu Menyusuri liku-liku jalan Aku ingin mencintaimu Melewati batas bukit,...

Aku Sedih

Aku Sedih

Oleh : Budi Bram ||"Aku Sedih, ||"Masjidku kosong tanpa jamaah ||"Aku Sedih, ||"Masjidku tanpa takbiran ||"Aku Sedih,...

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest