Bobrok

by | Dec 19, 2021 | Puisi

Lihat, wajah-wajah yang dirias dengan maninya sendiri
Mendulang sesuap nafsu berpena agama
Menuang hasrat pada selangkangan; menyalahkan mereka yang kalian anggap sasaran
Perempuan-perempuan membunting, dirampas seperempat masanya
Mengasuh bayi-bayi yang kehilangan
diabaikan
O, menyesal katamu?
Katakan itu setelah gada neraka menembus zakar
Melumat dosa manis yang kalian suka
Dan kalian bersembunyi di balik ampunan-Nya
Lantas melupa bahwa kelak mendapat murka-Nya
Jangan lagi kalian sentuh perempuan-perempuan
Dengan tangan kotor jahanam
Meraba-raba pecahan kaca dari masa-masa
Tak jauh berbeda di bangku pendidikan
Wajah-wajah cabul meriang di sela-sela pelajaran
Menjelma setan yang unggul karena kedudukan
Maka dari itu kalian bungkam korban-korban
Menghunjam mereka dengan ancaman
O, menyedihkan!
Kasus-kasus dibiarkan
Dan korban-korban kehilangan kepercayaan
Lantas pada siapa mereka mengadu?
Apalah keadilan yang lesu dipasung kebobrokan.

Biadab.

Pandanwangi, Desember 21

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This