Berkah Mengalir Saat Bekerja dengan Hati – Bagian 2

Sep 3, 2023 | Essai

Views: 0

Berkah bagi Pekerja dengan Hati

Bekerja dengan hati maksudnya bekerja dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, yakni didasari niat ibadah tanpa mengharapkan pengakuan dan pujian dari sesama.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyah, seorang ulama abad ke-14 menulis tentang tazkiyat al-nafs (pembersihan diri), keikhlasan dalam ibadah, dan pentingnya bekerja dengan hati yang ikhlas.

Dr. Tariq Ramadan, seorang cendekiawan Islam juga menulis banyak tentang bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pekerjaan.

Bekerja dengan hati adalah suatu prinsip dan pendekatan yang memiliki dampak positif yang signifikan dalam hidup seseorang. Ketika seseorang bekerja dengan hati yang tulus dan ikhlas, dia sedang melakukan pekerjaan dengan tujuan yang lebih tinggi daripada sekadar imbalan materi. Niat ikhlas membantu dia melepaskan motif egois dan mendekatkan diri pada dimensi spiritual.

Ketika seseorang memiliki motif yang berasal dari hati yang ikhlas, dia lebih cenderung bersemangat, lebih tekun, dan lebih gigih dalam menjalankan tugas. Motivasi internal ini memungkinkan seseorang untuk mengatasi tantangan dan rintangan dengan lebih baik.

Hasil dari keterlibatan emosional dalam pekerjaan ini juga tercermin pada kualitas pelaksanaan tugas yang lebih baik. Fokus yang lebih kuat dan perhatian terhadap detail membawa dampak positif pada hasil kerja, yang pada gilirannya membuka peluang-peluang baru dan memberikan berkah lebih besar.

Selain itu, pendekatan ini juga berdampak pada hubungan antarpersonal di lingkungan kerja. Individu yang bekerja dengan hati cenderung mendapatkan penghargaan dan kepercayaan lebih dari kolega dan atasan. Ini membuka pintu untuk kolaborasi yang lebih bermakna dan dukungan perkembangan karier.

Pentingnya manfaat bagi orang lain atau masyarakat menjadi aspek penting dalam bekerja dengan hati. Melalui tindakan yang dilakukan dengan niat baik, individu menghasilkan dampak positif dan berkelanjutan bagi orang lain, yang pada akhirnya membawa berkah yang bermanfaat. Ini adalah sumber keberkahan yang signifikan.

Pendekatan bekerja dengan hati juga memiliki implikasi spiritual, terutama dalam konteks agama. Yusuf al-Qardhawi menulis tentang pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pekerjaan dan kehidupan. Seseorang yang melandasi bekerjanya dengan tulis ikhlas, menurut Al-Qardhawi adalah dia sedang meningkatkan kesadaran bahwa bekerja merupakan langkah ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Islam, setiap tindakan yang dilakukan dengan niat tulus dan ikhlas dianggap sebagai bentuk ibadah. Oleh karena itu, bekerja dengan hati bukan hanya tentang pencapaian dunia semata, tetapi juga tentang memperkuat hubungan dengan Tuhan dan mendapatkan berkah-Nya.

Selain manfaat eksternal, individu yang mengamalkan prinsip ini juga merasakan kedamaian batin dan kepuasan yang mendalam. Orang yang bekerja dengan niat yang baik merasa lebih puas dengan pencapaian mereka, bahkan jika hasil akhirnya belum terlihat. Hal ini berkontribusi pada pengurangan stres dan memberikan rasa kesejahteraan.

Pendekatan bekerja dengan hati juga menciptakan atmosfer positif di lingkungan sekitar. Hal ini membuka pintu untuk peluang baru, relasi yang lebih luas, dan potensi yang mungkin sebelumnya terabaikan.

Mengintegrasikan hati dalam pekerjaan dan aktivitas sehari-hari menurut Sayyid Quthub bukan hanya tentang mencari keberhasilan materi, tetapi juga mengenai menciptakan kehidupan yang penuh berkah, kepuasan, dan makna. Ini adalah pendekatan yang melibatkan dimensi spiritual dan memberikan dampak positif yang luas dalam semua aspek kehidupan.

—000—

Lingkungan Profesional Tercipta karena Hati

Keikhlasan dalam bekerja memiliki urgensi yang signifikan dalam konteks membangun kerja tim yang efektif dan mendorong pengembangan budaya profesional.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyah dalam karyanya, seperti “Madarij al-Salikin” dan “Al-Fawaid,” beliau membahas tentang nilai-nilai moral dan pemberian dukungan tulus dalam membentuk hubungan yang baik di dalam tim atau komunitas. Demikian juga Sheikh Abdal Hakim Murad menyoroti pentingnya etika dan kerja tulus ikhlas dalam membentuk lingkungan yang harmonis dan produktif.

Keikhlasan membantu menciptakan suasana kerja yang positif dan mendukung. Saat kita menunjukkan kesediaan tulus untuk membantu rekan kerja mencapai sukses, ini menciptakan rasa saling percaya dan mendukung di dalam tim. Ketika suasana seperti ini ada, kolaborasi produktif dapat lebih mudah terwujud.

Selanjutnya, keikhlasan juga merangsang kolaborasi yang produktif di dalam tim. Dengan mengedepankan kepentingan rekan kerja dan mendukung kesuksesan mereka secara tulus, kita menciptakan dasar yang kuat untuk kolaborasi yang efektif. Kolaborasi ini menggabungkan berbagai bakat dan pandangan yang beragam, yang pada akhirnya menghasilkan hasil yang lebih baik.

Bukan hanya itu, keikhlasan juga memberi dorongan bagi pertumbuhan dan perkembangan rekan kerja. Dengan memberikan umpan balik dan dukungan yang tulus, kita membantu mereka mengidentifikasi area di mana mereka dapat meningkatkan diri. Hal ini berdampak positif pada pengembangan profesional mereka.

Keikhlasan juga memainkan peran kunci dalam membangun keterpercayaan. Ketika rekan kerja merasa bahwa tindakan kita didasarkan pada niat baik untuk kebaikan mereka, ini membangun fondasi keterpercayaan yang kuat. Keterpercayaan ini pada gilirannya memungkinkan komunikasi yang lebih terbuka dan efektif di dalam tim.

Lebih dari itu, keikhlasan juga berkontribusi pada kesuksesan bersama. Saat setiap anggota tim secara tulus melayani dan mendukung satu sama lain, hasil yang dicapai bersama menjadi lebih besar. Ini mengintegrasikan kesuksesan individu dengan kesuksesan tim secara keseluruhan.

Keikhlasan juga memiliki dampak positif dalam mengurangi persaingan yang tidak sehat di tempat kerja. Dengan membantu rekan kerja secara tulus dalam mencapai kesuksesan mereka, kita menunjukkan bahwa kita melihat mereka sebagai rekan tim yang mendukung, bukan sebagai pesaing.

Di atas semua itu, keikhlasan juga berperan dalam membentuk budaya organisasi yang positif. Ketika setiap individu dengan ikhlas melayani satu sama lain, ini membentuk lingkungan kerja yang inklusif, empatik, dan bersemangat.

Tidak hanya memberikan dampak eksternal, keikhlasan juga membawa kepuasan batin yang mendalam. Ketika kita tulus membantu rekan kerja mencapai sukses, hal ini memberikan rasa pencapaian yang memuaskan.

Keikhlasan juga membantu membangun sikap saling menghargai di antara anggota tim. Dengan memberikan perhatian dan dukungan tulus kepada rekan kerja, kita menghargai upaya dan tujuan mereka.

Tindakan kita dalam bekerja dengan keikhlasan juga berfungsi sebagai contoh bagi rekan kerja lainnya. Ketika mereka melihat bahwa kita melayani dengan tulus, ini bisa menginspirasi mereka untuk melakukan hal yang sama, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan kesuksesan bersama.

Demikianlah, keikhlasan dalam bekerja memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar pencapaian pribadi. Hal ini membentuk budaya kerja yang positif, mendorong pertumbuhan individu dan tim, serta menciptakan lingkungan di mana keberhasilan bersama dapat dicapai dengan lebih baik.

—000—

Strategi Merawat Keikhlasan Hati

Imam Al-Ghazali dalam karya monumentalnya “Ihya Ulum al-Din,” beliau membahas banyak aspek kehidupan dan spiritualitas, termasuk tantangan keikhlasan. Beliau menawarkan panduan tentang bagaimana menjaga niat dan tujuan dalam berbagai aktivitas.

Mempertahankan keikhlasan dalam diri merupakan tantangan yang dihadapi oleh individu dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kompleksitas tuntutan serta godaan. Dalam menghadapi tantangan ini, diperlukan formulasi strategis yang dapat mendukung pemeliharaan keikhlasan.

Perhatian yang tak kalah penting adalah menjaga kesadaran terhadap niat awal dalam melakukan tindakan. Dalam beragam konteks, seperti dalam pekerjaan, ritual ibadah, atau pemberian bantuan, perlu secara konsisten mengembalikan pikiran kita kepada niat murni di balik tindakan tersebut. Hal ini mengarahkan kembali pada tujuan mendasar dan makna esensial yang terkandung dalam setiap langkah yang kita lakukan.

Penting juga untuk menjaga agar niat kita tidak terperangkap dalam lingkaran motif materialistik atau apresiasi manusiawi. Disarankan untuk secara terus-menerus mengingatkan diri bahwa pencapaian dunia bersifat fana, sementara inti dari perjalanan kita adalah meraih ridha Ilahi.

Selanjutnya, mengeksplorasi akar dari motivasi internal kita merupakan langkah penting. Apakah itu kepuasan atas pencapaian, kenikmatan dalam memberikan bantuan, atau pelibatan dalam dimensi spiritual. Memahami motivasi internal ini dapat memberikan landasan yang kuat untuk tetap mengarahkan tindakan pada tujuan yang lebih tinggi.

Penting juga untuk memupuk kesadaran terhadap dimensi spiritual dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan melalui praktik ibadah rutin dan refleksi pribadi, kita mampu secara teratur menyegarkan ingatan tentang makna lebih dalam hidup serta bagaimana tindakan kita menjadi bentuk dari pengabdian.

Sikap bersyukur menjadi faktor penting dalam menjaga keikhlasan. Melalui rasa syukur, kita lebih mampu menghargai setiap momen dan peluang yang diberikan kepada kita, sehingga kita dapat lebih ikhlas dalam menjalani berbagai tugas.

Selanjutnya, mengalihkan fokus kita pada kontribusi yang bisa kita berikan kepada masyarakat lebih luas menjadi strategi berarti. Dengan memprioritaskan pelayanan kepada sesama, kita lebih condong untuk menghadirkan niat yang tulus ikhlas dalam segala tindakan kita.

Terakhir, tidak boleh diabaikan pula peran lingkungan dalam mempengaruhi sikap kita. Bergaul dengan individu yang menerapkan keikhlasan dalam tindakan mereka dapat memberikan inspirasi serta dukungan dalam menjaga kesucian niat kita.

Dengan menerapkan serangkaian strategi ini dalam rutinitas harian, kita dapat membina dan memelihara keikhlasan dalam berbagai aspek aktivitas kita, baik itu dalam lingkup pekerjaan, pelaksanaan ibadah, atau memberikan bantuan kepada sesama.Top of Form

—000—

Khatimah

Dari keseluruhan paparan di atas, dapatlah disarikan bahwa Al-Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 5 mengajarkan kepada kita bahwa keikhlasan bukan hanya sekadar nilai individual, tetapi juga prinsip yang membentuk dasar dari kehidupan yang bermakna dan bermanfaat.

Dengan mengintegrasikan nilai-nilai tauhid, tulus ikhlas, dan ketaatan kepada ajaran-Nya, kita dapat menciptakan harmoni antara dimensi spiritual dan sosial dalam setiap langkah kita.

Dengan mempraktikkan keikhlasan dalam segala aspek aktivitas, kita tidak hanya mengupayakan pencapaian pribadi, tetapi juga membentuk budaya kerja yang positif, yang berdampak pada pertumbuhan individu dan kesuksesan kolektif.

Melalui upaya berkelanjutan dan kesadaran akan tujuan yang lebih besar, keikhlasan akan membimbing kita menuju keberkahan, kepuasan, dan penghargaan yang melampaui batas pencapaian materi.

Ahli hikmah mengatakan:

 اَلنَّاسُ كُلُّهُمْ هَلْكَى اِلاَّ الْعَالِمُوْنَ، وَالْعَالِمُوْنَ كُلُّهُمْ هَلْكَى اِلاَّ الْعَامِلُوْنَ، وَالْعَامِلُوْنَ كُلُّهُمْ هَلْكَى اِلَّا الْمُخْلِصُوْنَ

Semua manusia akan binasa kecuali orang yang berilmu. Semua orang berilmu akan binasa kecuali orang yang mengamalkan ilmunya. Orang yang mengamalkan ilmunya akan binasa kecuali orang yang ikhlas.

Oleh karena itu, marilah kita menjadikan keikhlasan sebagai pemandu dalam setiap perjalanan kehidupan kita, untuk mencapai kesuksesan yang tak hanya terlihat, tetapi juga terasa dalam hati dan dirasakan oleh semua yang kita sentuh, serta bernilai di hadapan Allah SWT.

  * Dr. Agus Syihabudin, MA. Associate Professor pengampu mata kuliah Agama dan Etika Islam ITB. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Bandung. HP. 0816.618.315. Email: a.syihab60@gmail.com

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This