Bendera Putih

by | Aug 4, 2021 | Essai

Bukan Sang Saka Merah Putih, tapi Bendera Putih yang berkibar di langit biru jelang Bulan Kemerdekaan
Putih polos, tanpa Merah, Bermakna hilangnya keberanian, Rontoknya semangat, Runtuhnya harapan, Putus asa menghiba bantuan

Bendera Putih mengisyaratkan Sikap menyerah tanpa syarat, Tunduk kalah…
Bukan dalam perang melawan Pandemi,
Tapi perang menghadapi kelaparan akibat terpuruknya perekonomian…

Ledakan pengangguran karena gelombang PHK dan nihilnya pembukaan lapangan kerja.
Sisi lain yang terabaikan dari gegap gempita pengendalian pandemi.
Masalah nyata bagi rakyat kecil, cuma Statistik bagi para pemimpin yang jauh hatinya dari rakyat.

Bukan urusan Vaksin, tapi masalah Perut… Rakyat butuh Kail, bukan Ikan.
Pekerjaan untuk menjamin penghasilan, tidak hanya sembako yang habis dimakan sekeluarga dalam sehari…

Ironisnya di balik rakyat yang kelaparan Ada pejabat dan politisi yang berpesta, menyunat bantuan dan memperkaya diri dari pandemi
Pagebluk menjadikan terang benderang siapa Pejuang, siapa Penjahat Kemanusiaan.

“Beware, hungry people is angry people”… Kelaparan akan memuncak pada Kemarahan. Ketika rakyat mengamuk, yang terburuk niscaya terjadi

Bendera Putih semakin banyak bermunculan di awan gelap, menyelimuti Ibu Pertiwi yang tengah menangis.
Prihatin menyongsong 76 tahun kemerdekaan negeri, dalam keadaan terjajah, kalah dan menyerah

Bali, 1 Agustus 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This