Balada Kaum Tua Dungu

Oct 20, 2021 | Puisi

Views: 0

Kisah sama kembali terjadi di negeri itu
Dimana kaum tua dengan lugu mengajarkan tentang sesuatu yang lucu
Membuat sebagian kaum muda bersorak belagu
Dan sebagian lainnya geleng-geleng kapala membisu karena malu

Bahkan tentang agama pun mereka bungkus sesuai selera
Kaum tua yang lugu paksa agama untuk ikut keinginan mereka
Dengan alasan budaya agar bisa saling menjaga
Kembali sebagian kaum muda bangga dengan cerita dari kaum tua

Mereka tidak paham maksud baik Pidi Baiq yang mengingatkan kita dengan baik
“Untuk berkembangnya sebuah kebudayaan, dibutuhkan seorang pemberontak”
Pemberontak yang mungkin bisa mengubah cara pandang terhadap kehidupan walau tidak bisa merubah kehidupan
Karena disana sudah ada sunnatullah yang siap bekerja kapan saja tanpa menunggu permintaan

Cara pandang yang terbatas dari buku membuat pemikiran jadi kaku
Padahal semesta tak terbatas memberikan ilmu
“Alam takambang jadi guru”
Itu yang dikesampingkan oleh para kaum tua hingga mereka tetap jadi dungu

Mereka menolak sunnatullah dengan alasan yang ambigu
Cobaan sudah dianggap hanya sekedar bencana biasa yang akan cepat berlalu
Ratusan bahkan ribuan nyawa yang melayang dianggap hanya sebatas korban
Cermin tidak lagi berfungi untuk berkaca tapi hanya untuk melihat kemelekatan

Kaum tua yang diharapkan jadi peta penunjuk arah bagi yang muda
Namun sayang umur hanya berisi angka tanpa sejarah dan iman di dalamnya
“Lamo iduik banyak di raso, jauah bajalan banyak di liek”
“Jiko iman kurang di dado, di siko umat mako ka sasek”

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This