Adakah Perbedaan Sedikit Manusia dan Hewan

by | Sep 30, 2021 | Essai

Duduk termangu termenung meresapi alam semesta dan seisinya, di hadapan kita yang tidak jauh apa yang dipandang, semuanya serba bergerak kehendak yang dijalankan sesuai tujuan masing-masing, baik bergeraknya manusia, hewan, desiran angin, seakan kehidupan tidak pernah berhenti sepanjang nafas masih menghirup udara segar, entah kondisi badan sehat, sakit, susah, sedih, bahagia. Otak isi kepala berbaur kemana-mana apa saja yang dipikirkan sebagaimana apa yang dikerjakan setiap individu manusia, sungguh manusia dan seisinya memiliki kehendak masing-masing yang secara tersirat dan tersurat.

Diatas bumi setiap masa dan giliran waktu berputar tidak pernah berhenti, identik dalam alam pikiran pada isi kepala selalu gayung bersambut seirama dalam sebingkai jasad yang dibawa kemana-mama, terlihat aneh namun tidak aneh, secara jernih diputar-putar kehemdak meraih tujuan masing-masing dalam mencari, mengejar, meraih, menggapai setinggi-tingginya hanya ada yang biasa saja, namun sirkulasi manusia tidak akan berhenti seperti angin, kapan waktunya berjalan dan berhenti dan selanjutnya diisi berjalannya orang lain dimanapun manusia berpijak.

Kehendak seseorang berputar bagai badai angin topan, badai angin lesus,badai angin tormado apa saja bentuknya ingin menabrak menguasai menghancurkan segalanya yang ada, tidak perduli siapa didepan dan dorongan bantuan yang lainnya saling mengisi mendukung mensuport bagaimana semuanya bisa diraih. Menginginkan kehendak besar karena hal lain menyertainya sehingga keadaan terkuasai, siapa yang tidak ingin manusia hebat, besar dan apapun yang diinginkan diperoleh dalam genggaman, cara apa saja dilakukan yang penting berhasil sukses, segala resiko siap dihadapi karena suport begitu tinggi. Cobalah tidak memiliki apa-apa akan telungkup badannya kepala disandarkan, pikiran kemana-mana seakan mumet tidak tahu jeluntrungnya.

Tidak ada kata manusia yang hendak Ingin mengukir dirinya, tetapi semuanya sudah disadari dan diukurnya sendiri, ingin berjalan dan bangkit menyadari seutuhnya apa yang dimiliki, jika hanya badan jasadnya saja dipertaruhkan ya oke saja, namun semua itu hanya datar-datar saja. Sampai kapan yang diperjuangkan, sedikit saja yang dianggap baik dan menyimpang, ibaratkan begitu tidak berpikir meraih yang besar jika allaah menghendaki bisa juga terjadi, jika sudah besar tentunya sifat manusia berulah lupa yang diperjuangkan dan atas ridhoNya.

Sungguh aneh dan tidak aneh, itulah adanya diri manusia oleh karena kebesaranNya yang menciptakan, dikembalikan pada diri manusia sendiri, apa bisa mempertahankan keadaan dirinya sendiri atau tidak, atau kebablasan karena ukiran yang dibentuk panas, serakah, nafsu angkara murka. Tiada kata lain sekian juta manusia seperti sama satu sama.lainnya, hanya hitungan jari saja yang menerima apa adanya dengan kesungguhan kejujuran, dilihat kenyataannya begitu warna gelap begitu menghantui keadaan yang dilihatnya tanpa mata melihat.

Tidak hanya yang mapan kuat dan biasa saja sama sikapnya, sulit dibedakan siapa yang tahu atas keseluruhan qolbu manusia, hanyalah Sang Pencipta!, manusia sebagai pelaku kehidupan, kehidupan tidak ada batasnya dibatasi pada tutup nafas dihentikan olehNya!, sudah selesai, namun manusia berpikir dalam pikirannya.melayang kemana-mana, namun hanya tidak sanggup, tidak sanggupnya jika melangkah tidak pas dan tidak tepat dan berpikir berhasil dan tidak berhasil menjadi luntur, dan kehendak dihentikan selanjutnya berpangku tangan menerima keadaan.

Pandangan mata manusia satu sama lainnya saling pandang, pandangan hampa dan kosong sifat meraba apa yang dimiliki pada diri manusia, sehingga menjadi pertanyaan yang tidak pernah terjawab dengan sebenar-benarnya. Masih banyak yang tertutup dan ditutupi keasliannya, kejujuran seutuhnya sulit diwujudkan, jika duwujudkan seutuhnya menjadi jalan pembuka semua insan manusia, apakah bisa ?!, Dan tentunya berpulang pada diri manusia. Jika atas kehendaknya bisa terjadi seutuhnya, apa mungkin!, semuanya sudah tersirat dan tersurat di alam semesta, tanpa ada nafsu sehat dan nafsu tidak sehat, menjadi sebuah persaingan sehat dan tidak sehat juga, sungguh pelik, aneh namun nyata dan luar biasa ini menjadi tuntunya tidak dapat berubah dalam kehidupan nyata penuh dengan keanehan.

Lihatlah melalui kasat mata pada setiap tempat dan ditempat manapun, pikiran manusia sama sesungguhnya, namun semuanya ada perbedaan tentunya pada setiap aktifitasnya dan menentukan dimana manusia berpijak dan memainkan perannya. Peran manusia dalam sisi dalamnya ada yang jauh meroket entah apa yang dilakukan, jika dibentuk menjadi penghancur, perusak tentunya berhenti pada saatnya, jika terbentuk dan dibentuk dengan kebaikan juga sama berhenti pada saat waktunya.

Persaingan pada sisi manusia bisa terbentuk dan terjadi pada individu, bisa bertalian dalam bentuk kelompok dan lain sebagainya, dan tentunya tidak akan berhenti sepanjang masa peradaban dan tidak akan berhenti karena sudah dicetak sesuai bentuk yang dikehendakiNya.

Apakah?, Jika disandingkan antara manusia dan hewan, ada dan atau tidak ada unsur kesamaan perilakunya, kita lihat resapi dengan kerendahan hati, bukan mengklaim dan berkata!, manusia disandingkan dengan manusia, tentunya sangat beda, ini hanya sebuah pemikiran diri sendiri saja, saat duduk termangu, termenung memandangi hewan dihadapan kita, membolak-balikkan jiwa raga dalam pemikiran dan hati yang jernih.

Secara pribadi dan diri sendiri tentunya dapat menjadi tertawa, sesungguhnya!, meresapi kehendak segala hewan dan meresapi kehendak diri sendiri, yang bisa meresapi dan mendalami tentunya diri manusia sendiri, apakah?, Manusia ada sedikit kesamaan nafsu Kah?!, Jadi tertawa lagi, hanya satu hal saja sedikit sama, namanya makhluk hidup.
Oleh karena itu, jika ada kesamaan sedikit saja antara manusia dan hewan tentunya, janganlah manusia meniru gelagat seperti hewan, sungguh tidak enak sekali kalau disebut kayak hewan perilakunya!, Jika mampu meniadakan sebagai dan atau dianggap kayak ciri-ciri hewan juga, maka bagaimana manusida belajar mengukir balik sesungguhnya dan yang sejatinya manusia yang bermartabat.

Mengukir diri agar tidak disebut kayak hewan.!

Sda, 19 Agustus 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This