Abah Dowan : Impian Mulia BMC Surabaya, Membuat Buku!

by | Sep 28, 2021 | Olahraga

“Di komunitas motor banyak sekali peluang literasi dari teman-teman terutama ketika melakukan traveling ke berbagai daerah. Hanya kami tidak tahu bahwa itu bisa ditulis dan dibukukan menjadi sebuah karya yang akan menjadi warisan berharga kelak, bagi generasi penerus,” kata R.Dowan,ST atau biasa dipanggil Abah Dowan, Pembina BMC Pahlawan (Bikers Motor Community) dan Ketua Umum BMC PUSURA (Bikers Motor Community-Putra Surabaya), ketika dihubungi tintaemas.co.id kemarin (28/09/2021).

Dalam wawancara tersebut, Abah Dowan menguraikan cita-cita luhurnya untuk turut serta meningkatkan budaya literasi anak bangsa, lewat kontribusi para bikers-community yang diasuhnya. Hal itu juga dikatakannya ketika jumpa silaturrahmi dengan Mariska Lubis dan Yudi E Handoyo, pada silaturrahim Baderhood dan Tinta Emas Negeri (TEN) di kawasan Batu, Malang, dua hari lalu.
“Selama ini dokumentasi foto atau kegiatan BMC hanya lewat upload foto dan video di medsos saja. Untuk ke arah penulisan menjadi sebuah warisan berharga belum bisa dan perlu dibimbing,” lanjut Abah Dowan yang sehari-hari juga berprofesi sebagai Interior Furniture dan Penanggung Jawab Event & Promosi MTV (Madu TV) Surabaya.

Menurut bapak dari tiga orang putra di Surabaya ini, sangat dibutuhkan edukasi dan sosialisasi tentang literasi, terutama literasi budaya di komunitas motor. Hal itu karena komunitas sering touring ke berbagai wilayah, dan itu peluang sekali untuk Pertama, Penggalian budaya wilayah setempat, Kedua, Penggalian momen touring atau adventurer di kota-kota yang disinggahi, dan Ketiga, Mendokumentasi aneka kuliner ala bikers di tiap wilayah.

“Kami juga ingin menulis buku tentang perbedaan dan persamaan komunitas motor di tiap wilayah. Sejarahnya dan perkembangan masing-masing komunitas. Agar dapat juga menjadi warisan berharga,” imbuh Abah Dowan lagi.

Demikian pula untuk eksplorasi UMKM yang sedang melemah bisa dipromosikan melalui buku tersebut,” lanjut pegiat club motor yang juga tergabung dalam SOBAREG JATIM – BALI, dan komunitas BADERHOOD INDONESIA.

Abah Dowan juga bercita-cita kegiatan menulis dan literasi itu bisa dikembangkan di berbaga jaringan komunitas motor di seluruh Indoensia.
Diterangkan lebih jauh, BMC Pusura dan Baderhood Indonesia mempunyai program jangka pendek, menengah dan panjang yang akan segera diwujudkan.

“Pertama, jangka pendek ikomunitas akan membuat gerakan 100 puisi dalam satu bulan, dibukukan dan dijual ke semua komunitas motor sebagai penunjang kegiatan sosial dan kepedulian kita terhadap agenda-agenda sosial komunitas,” ujar Arek Surabaya asli yang lahir pada 11 November 1977 (44 thn). Komunitas motor terutama Baderhood telah tersebar di 87 kota di Indonesia, yang baru berdiri adalah di wilayah Sorong, Papua Barat.

“Kedua, program jangka menengah berupa sosialisasi literasi budaya ke masing-masing kota di seluruh Sulawesi. Diperkirakan menempuh perjalanan 25 hari dari Makassar ke Bitung, dan kembali ke Makassar sehingga membentuk 360 derajat perjalanan keliling Pulau Sulawesi,” paparnya lebih lanjut.

“Ketiga, jangka panjang pada 2022 akan dilaksanakan acara ekstra luar biasa yakni temu nasional komunitas motor se Indonesia dengan menghadirkan pemusik legend, pasar komunitas dan auto kontes di Stadion “Gelora Bung Tomo” Surabaya selama 2 hari,” urai Abah Dowan.

Sesepuh komunitas motor Surabaya itu juga bercerita awal mula dibentuknya komunitas motor Surabaya pada 2007. Bermula dari keprihatinan di komunitas motor karena adanya gap antara komunitas motor yang telah berusia 5 – 10 tahun dengan komunitas yang baru dibentuk. Kala itu komunitas yang baru dibentuk (usia 1 tahun) seolah dipandang sebelah mata, dan tidak mendapatkan dana kas sebagaimana komunitas motor senior. Selain itu club motor dianggap sama dengan geng motor yang berbau kriminal, dan susah memperoleh sponsor apalagi izin kegiatan.

“Akhirnya kami berinsiatif untuk melakukan audiensi terhadap birokrasi sebagai langkah sosialisasi mengenai komunitas motor dan program-programnya,” kenang Abah Dowan.
Akhirnya pada 2014 para pegiat motor Surabaya mampu mengibarkan bendera BMC secara resmi.

“Alhamdulillah setelah BMC terbentuk secara formal maka banyak sekali anggota dan komunitas yang bergabung, dan sampai hari ini eksis, terus melaju termasuk hendak belajar menulis dan membuat buku melalui Tinta Emas Negeri,” pungkas Abad Dowan mengakhiri perbincangan hangat. (017)

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This