1 Sekolah 1 Buku, Wow!

by | Sep 19, 2021 | Pojok

“Andai setiap sekolah menghasilkan satu buku saja setiap tahun, maka tidak perlu lagi pusing mencari buku untuk perpustakaan. Tidak perlu juga bersusah payah mengajak membaca. Yang paling utamanya lagi, kemampuan daya baca dan bahasa bisa meningkat pesat, sehingga kualitas pendidikan pun akan semakin naik. Pembodohan dan kebodohan lenyap, masa depan menjadi lebih baik.” – Pikir Mariska Lubis.

Bila diuraikan lebih jauh, sebenarnya bukan “Wow!”, Program 1 Sekolah 1 Buku yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Tinta Emas Negeri adalah program soal kepedulian dan cinta terhadap negeri. Rakyat terus diajak membaca, tetapi bila tidak dipicu dan ditingkatkan daya baca dan bahasanya, maka membaca menjadi hanya sekedar membaca. Berkata dan berucap, bahkan menulis pun hanya sekedar kata tanpa arti dan makna yang lebih mendalam, hanya pada makna tekstual dan yang tersurat semata.

Program 1 Buku 1 Sekolah bersama Tinta Emas Negeri, lebih ditekankan kepada kualitas pendidikan mendasar, yaitu menulis dengan hati dan pemikiran merdeka yang dipenuhi dengan rasa. Dengan menulis dan membuat buku bersama para guru dan siswa, diharapkan Indonesia memiliki masa depan dan kehidupan yang lebih baik.

Berawal dari acara Workshop bagi para guru yang diselenggarakan pada tanggal 1 Agustus 2021 lalu, bersamaan dengan acara soft launching tintaemas.co.id. Para guru yang mengikuti workshop tersebut lantas diajak untuk bergabung menjadi Sahabat Tinta Emas untuk terus belajar menulis dan berkarya bersama lewat group WA dan workshop lainnya. Alhasil, banyak guru dan juga murid dari berbagai daerah di Indonesia yang berkarya dan ada juga yang sudah menjuarai lomba puisi nasional. Sungguh membanggakan hati.

Sebelumnya acara tersebut, memang sudah dirancang persiapan Program 1 Buku 1 Sekolah, workshop bagi para guru tersebut adalah langkah awal. Selanjutnya, adalah dengan mengajarkan menulis bagi para guru dan siswa di sekolah masing-masing, menggunakan metode yang “unik dan berbeda”. Bukan sekedar teori, tetapi semua diajak untuk mulai belajar mengerti arti dan makna kata, berimajinasi, dan memiliki struktur serta pola berpikir yang teratur. Dengan cara ini, maka tidak ada alasan tidak memiliki ide dalam menulis, apalagi ada kebebasan dengan memaksimalkan rasa yang diolah lewat panca indra.

Tidak perlu juga harus takut dalam memulai, belajar, dan terus menggali jati diri sendiri lewat menulis. Butuh keberanian, percaya diri, dan keyakinan kuat bila ingin berkarya original dan terus bertahan sepanjang masa. Selain itu, butuh kesabaran, konsistensi, kelembutan, ketulusan, dan kerendahan hati untuk mampu terus mendapatkan ilmu. Uang tidak mampu membelinya.

Semua tulisan hasil belajar menulis maupun karya para guru dan siswa lalu dipublikasikan di tintaemas.co.id. Tujuannya adalah untuk memberikan penghargaan sekaligus menaikkan harkat martabat manusia yang menulis. Tinta Emas Negeri memang media online yang bukan berisi berita, tetapi merupakan wadah bagi siapapun yang menulis, berkarya original, dan belajar menulis dengan ragam jenis tulisan, tanpa ada batas usia ataupun perbedaan gender, status sosial, pendidikan, dan lain sebagainya. Bahkan disediakan rubrik khusus bernama “Tunas Muda” yang disediakan bagi generasi muda untuk berkarya.

Tulisan-tulisan yang ditayangkan di tintaemas.co.id memang sudah disiapkan untuk dijadikan buku. Oleh karena itu, semua tulisan dan hasil karya para guru dan siswa yang mengikuti Program 1 Buku 1 Sekolah pun akan dibukukan dan diterbitkan secara nasional. Pada akhirnya, menjadi prestasi tersendiri yang membanggakan baik bagi guru, siswa, orang tua, sekolah, masyarakat, bahkan negeri. Diharapkan juga, dengan berkarya, para siswa ini bisa mendapatkan kemudahan dalam pendidikan dan bekerja kelak, seperti mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah.

Sosialisasi dan penerapan program ini dimulai dari Jawa Timur, dan diupayakan terus berkembang ke wilayah lain di seluruh Indonesia. Bukan sekedar bermimpi ataupun berkhayal semata, tetapi dengan niat, usaha, kerja dan keras, serta restu dan ridha Yang Maha Kuasa, tidak ada yang tidak mungkin. Semoga berguna dan bermanfaat bagi Indonesia.

18 September 2021

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This